Rabu, 18 Juli 2012

Dear Sahabat,


Aku tidak tahu bagaimana menjadi sahabat yang baik untuk mu, untuk kalian sahabat – sahabat ku, aku jarang merespon kalian dalam jejaring social ku, aku sadar aku sering kali mengabaikan mu, mengabaikan kalian, dan aku punya alasan..
Aku sudah tidak seperti anak manja yang dulu, yang hanya tau beresnya saja, yang tidak pernah mau disuruh orang tua ku dan memiliki banyak waktu luang yang panjang untuk bersenang senang seperti dulu, dimana ketika kita habiskan waktu untuk online, nonton, sms-an, curhat-curhatan, pergi kesana kemari kerumah kalian untuk bercanda dan tertawa.
Sebenarnya aku ingin sekali, aku sungguh-sungguh ingin sekali melakukan aktivitas itu semua seperti dulu walau tidak setiap hari, banyak sekali yang ingin aku ceritakan, semua yang aku alami tanpa sahabat seperti kalian, baik itu cerita manis maupun pahit. Ketika aku harus beradaptasi di lingkungan baru ku, memahami karakter orang orang di sekeliling ku, semua tidak mudah, ada yang menerima aku apa adanya, ada juga yang berlaku kasar terhadap aku si anak baru dari kota (kata mereka).
Saat itu aku menangis, aku mengeluh, aku merindukan kalian, walau kadang kita sering selisih pendapat, tapi aku senang bersama kalian, dan ketika aku mendapat teman teman baru yang baik, guru guru yang ramah, bercanda bersama mereka, aku tetap mengingat kebersamaan kita, dimana kita yang membahas apapun dengan bahasa bahasa logis ataupun bahasa ilmiah yang membuat ku geli dengan gaya bahasa itu, atau bercanda bersama mereka membuat ku mengingat kalian.. apa yang sedang kalian bicarakan? Apa yang sedang kalian lakukan, kekonyolan apa lagi yang kalian perbuat.. aku benar benar iri.. iri pada mereka atau kalian yang tetap pada satu area yang sama.
banyak sekali harapan atau ini termasuk cita – cita ku, kita berkumpul kembali, menceritakan yang kita alami bersama, tertawa, mengkritik, member saran atau apa pun itu..
sudah lama aku menabung, aku ingin kembali kek kota ku, dimana kota itu adalah kota kelahiran ku, kota dimana aku di besarkan dan membentuk sifat ku di kota itu. Serta kota tempat kita bertemu menjadi teman, sahabat, kadang menjadi musuh sekalipun.
Kadang aku berpikir kapan kita akan saling membicarakan satu sama lain seperti dulu. Karena di situ lah aku belajar bercermin seperti apa yang kalian tidak suka, dan seperti apa pula yang kalian suka, karna aku tidak mau menjadi seseorang yang sedang kita bicarakan.
Kini, aku sadar.. aku sudah cukup dewasa, aku harus memiliki kegiatan setelah lulus SMA, tidak selamanya aku harus meminta pada orang tua ku, aku harus membantu ibu ku..
Banyak yang harus aku kerjakan demi melanjutkan sekolah ku dan kembali ke kota ku, bertemu kalian sahabat terindah di masa masa indah..
Natsukashii Tomodachi