Selasa, 29 Mei 2012

Buat Roti

setelah Ujian Nasional selesai.. liburan niih..
jadi dari pada jadi seorang pengangguran lebih baik bantu My Mom..
"Bikin Roti"

prosesnya itu dari oven atas untuk matengin bagian dalam dan bawah roti

naah setelah itu, bagian atas itu wajiib mateng juga doong, jadi taroh ajah di oven bagian bawah
agar warna tampilan roti jadi kecoklatan

naah kalo cuma sebagian yang kecoklatan, puter aja biar stabil warnanya



nah kalo udah stabil tutup dah penutupnya

nah terus kalo udah stabil di ambil aje..
nanti gosong lagi..

 naah ini pas udah keluar dari oven
setelah ituu... di bagi menjadi empat..

uppss.. ini yg udah di kasih mentega atasnya,,

pastikan kalo emang udah di potong


naaah tampilannya gini niih kalo mau beli seloyang.. cuma Rp.16.000



Jumat, 25 Mei 2012

Tanjung Selor

Siring (tepian sungai) sebutan para masyarakat yang berada di daerah tanjung selor ini kerap menjadi pelabuhan para remaja untuk melewati malam minggu mereka.



ini niiih kegiatannya anak - anak tanjung selor yang jauh dari tempat bermain atau rekreasi
jadi tempat yang sangat di andalkan adalah siring (tepian sungai) yang berada di daerah kampung Arab.
sungai kayan ini juga dalam ujar anak -anak yang berenang di sungai ini.





Senin, 07 Mei 2012

sibuuk :p


13 Maret 2012
Lihat mereka yang sedang asik mengoperasikan Laptopnya masing-masing..
saat jam pelajaran kosong..

Sinta (saya) Rubiah dan Siti
mengerjakan tugas Bahasa Indonesia

Yuni dan Anita yang menoleh ke kamera sedang mencopy file

corlena, oktha dan Herianto 
nonton film horor..

Marina sedang asik mengerjakan tugas
dan mereka..
Ronal, Syaid Agil, Hero, Zainal, Karim, Welly, Anita, Fahmi, Febriana, Ufhiana, Selly, dan Andika
Nonton Film..

Senin, 09 April 2012

Beliau.. ^_^

Lagi lagi aku selalu ada ide menulis setiap kali dekat ujian atau kesibukan apapun yang tidak memungkinkan ku untuk menulis tapi tidur ku tidak akan pulas jika aku belum menulis, memang penyakit sekaligus hobiku ini selalu kambuh setiap kali dekat ujian, belajar dalam ketegangan, atau subuh ketika aku terbangun dari tidurku. Namun setiapkali aku berlibur ataupun tidak ada kegiatan tak pernah secuilpun ide menulisku meuncul kepermukaan. Terus memendam dalam otak dan tidak mau terukir indah di layar monitor ku. Hehe
Sejak tadi aku teringat dengan kejadian hari ini disekolah…

09/04/2012
Pukul 10.05 WITA

Barusaja detik-detik terakhir guru bahasa Indonesia di sekolah ku mengajar di kelas ku berlangsung dengan begitusaja. Dikelas yang panas karena terik matahari yang menyapa sedemikian rupa dapat kami abaikan dengan suasana romantic antara guru dan murid. Semua hening, membungkam.. hanya air mata yang berlinang  dan berbicara di pipi yang memerah dan merona diparas para siswi yang mendengar setiap kata yang tersendat karena menahan haru dari sang guru, sesekali ia menarik nafasnya panjang-panjang dan air mata itu terus menitik ke bagian kerudung yang menyelimuti auratnya.
Wajahnya yang selalu bersemi dan sumringah setiap kali masuk kelas kami kini berubah menjadi sebuah keharuan baginya, melihat para siswa dan sisiwi yang di ayominya selama 3 tahun berturut-turut hingga akhirnya sampai juga pada titik terakhir ia mengajari kami, beliau bukan sekedar guru yang menuntut agar kami bisa mengikuti pelajarannya saja tetapi beliau juga peduli dengan tingkat otak kami yang rata rata kurang memadai, beliau selalu hadir didalam kondisi apapun, membangkitkan kami. Aku teringat di hari itu…

Rabu 22 February 2012
Pukul menunjukan 12.00 WITA

Hari ini pelajaran bahasa Indonesia, para murid dikelas TKJ 1 terlihat sangat tidak bersemangat dan rasa ngantuk pun melanda dibagian otak kami masing-masing, melihat keadaan tersebut Ibu Rika (guru bahasa yang sedang ku ceritakan ini) tersenyum sendiri dan pergi dari kelas, aku pun merasa heran mengapa ibu terlihat senang ketika ruangan kelas terasa membosankan?
Tiba-tiba saja dalam waktu kurang dari satu menit Ibu Rika pun kembali dengan rotan yang digenggamnya “Ayo.. Berdiri semuanya” sahut Ibu Rika sambil tersenyum senang dan membuat jantung ku berdegup kencang “razia razia” sahut rianto yang duduk tepat di samping kanan ku, lantas aku pun menyampaikan hal yang sama kepada siti teman sebangku ku untuk bersiap-siap menyembunyikan handphone kami dan setelah kami berdiri kami di instruksi kan untuk keluar kelas dan berdiri di lapangan tanpa ter-kecuali Rubiah, Marina, Herlina, Irena yang rajin belajar saja sampai terkena imbasnya akibat teman sekelas kami yang merasa ngantuk, Andika adalah salah satu akibatnya.. karena dia sudah terlalu sering terlelap didalam kelas yang pengap seperti saat ini.
Lantas Ibu Rika pun menyuruh kami untuk merenggangkan otot-otot kami dan melupakan sejenak kepenak-an yang menjalar kedalam tubuh kami tapi diantara kami masih belum ada yang mengerti atas perintah Bu Rika dengan tujuan yang sangat baik, kami masih saja berpikir akan ada razia khusus di kelas kami. Lalu ibu meminta kami untuk berlari dan mengitari lapangan sekolah yang tertera di depang ruang guru. Setelah kami kembali kekelas dengan nafas yang terburu-buru Ibu Rika pun bertanya “bagaimana anak-anak? Masih ngantuk?” tanyanya dengan wajah berseri seperti puas melihat murid –murid kesayangannya lelah. Beberapa diantara kami mengeluh namun tetap kami tidak bisa merasa kesal pada guru yang satu ini, dan kami menjawab dengan tidak serempak “masih nagntuk” ada juga yang menjawab “nggak buu…nggak ngantuk sudah” sahut para murid yang sedang terengah engah dan mulai menyetabilkan nafas mereka serta mengibaskan buku kebagian tubuh mereka yang terasa gerah.
Lalu sekali lagi ibu menyuruh kami untuk berdiri sesegera kami berdiri dan Ibu pun menyalakan sebuah music agar kami bergerak dan hal ini mengundang tawa kami, dan ibu pun tidak segan segan untuk merekam aksi kami, tapi beberapa diantaranya merasa malu untuk berdindang, dan hanya menyaksikan sikap konyol Ronal cowok paling pede yang sok imut itu beraksi. Hihi


09/04/2012
10.18 WITA

Sekali lagi beliau menghela nafasnya, anak-anak yang ia banggakan, yang selalu membuatnya tersenyum ketika mengingat hari ulang tahunnya diberikan surprise.. tidak meriah memang tapi kebersamaan itu yang  meriah, menyantap candaan setiap pagi, memarahi kenakalan kami yang selalu memiliki alasan atas apapun yang kami lakukan, dan beliau bukan sekedar orangtua disekolah, ia juga kadang bersahabat pada seluruh muridnya memberikan segala saran bagi semua muridnya tanpa memandang kulit atau dari manakah kami berasal. Satu hal yang paling sering ibu ucapkan “Ibu belajar ngeles dari kalian..ketika Ibu menjadi Walas kalian alias wali kelas”. Beliau tegas, sersan (serius santai) dan satu hal yang membuat kami giat belajar bahasa Indonesia yang diajarkannya adalah karena ia mengajarkan kami dengan caranya.. memberikan pengertian tidak terlalu menuntut, santai, dan tidak membuat kami merasa bosan.
Rasanya ingin aku mengungkapkan.. mungkin Tuhan sengaja menempatkan Ibu di sela sela kemalasan kami… karena Ibu lah yang menyemangati kami.
Dengan kasih sayangnya lah kami bisa merasakan kenikmatan menjadi seorang murid.

Kamis, 23 Februari 2012

Ketika Rindu Menyapa Ku

23022012
Pukul 11:55 WITA
Ketika sang bulan naik tepat di atas langit membuat ku semakin sulit untuk memejamkan mata ku yang semakin membulat, aku teringat pada  hari di mana saat aku tak beranjak dalam kota kelahiran ku…

ketika itu hari selasa 17 November 2009 pelajaran kimia yang di bimbing oleh Ibu Alfi guru yang sangat sabar dan imut itu mengajar kan kami namun saat hal hal yang sangat lucu pun terjadi di kelas TKJ2 ini, kembali ke awal saat hari selasa ini saat pelajaran ibu Devi yaitu Matematika kami sangat tegang namun hanya beberapa di antara kami yang di suruh skot jump dan Henny seseorang yang konyol, selalu bersikap apa adanya juga Amel yang sedikit jutek namun tetap terlihat cantik juga Lia yang lemot pun termasuk di antaranya sambil mencibir Henny tetap scotjump sedangkan Lia slalu memegang krudungnya dan sesedikit melihat wajahnya dan keadaan kerudungnya melalui cermin kecil di tangannya.



dan yang kedua adalah saat ibu Alfi menyuruh kami maju kedepan untuk mengerjakan PR yang lalu di papan tulis “ayo siapa yang mau maju ke depan?” ujar ibu Alfi, Sinta (saya) pun dengan segera mengajukan tangan, dengan bangga memamerkan hasil contekan ku hihi “ibu... ibu... saya ya bu...?” lantas jawab ibu Alfi “ya...” dengan mengangguk, sedangkan Engki dan Henny tidak mengerjakan PR Kimia sehingga di suruh mengerjakan PR kimia itu di papan tulis, Engki adalah anak yang hebat dalam berimajinasi ya bisa diakui seluruh gambar animasi yang di buat oleh tangannya itu tidak ada yang mengecewakan, ia pun meminjam buku Maria seseorang yang cerdas dan cantik yang sekarang ini sudah menjadi mantan kekasihnya (Engki) sedangkan Henny meminjam buku Sinta namun saat di koreksi oleh Ibu Alfi dan teman teman yang lainnya ternyata Tulisan Henny sangat tidak jelas “ini siapa ini yang ngerjain?...” tanya ibu Alfi yang lain pun bingung sedangkan Henny sedang asik mengobrol dengan Engki, Sinta (Aku) pun bertanya pada Henny “eh Hen.. lo yang ngerjain nomor 6 ya?” tanya ku lantas jawab Henny dengan tampang yang sedikit bingung “ia... mang napa?” jawab Aku ke Ibu Alfi “ini nih Bu anaknya..” tunjuk ku kepada Henny lantas tanya bu Alfi “Henny ini apaan? E atau L..?” lantas jawab ku untuk membantu Henny dengan berbisik “L..” lantas jawab Henny dengan santai “itu bu? Itu mah L bu...” lantas tanya ibu Alfi kembali “gimana sih kamu tulisannya engga jelas banget..” lantas jawab Henny “laah tau tuh bu... tulisan di buku yang saya contekin juga jelek...” cerocos Henny dan saat nomor 7 “ini qo hasilnya gini sih? Ini yang bener 90 atau 92 sih?” tanya ibu Alfi dan jawab Engki “ooh tau tuh bu... orang tulisan di bukunya juga gitu...” dan lanjut Ibu Alfi “yaudah benerin dulu, sini kamu...” lantas Engki pun maju dengan membawa buku Ku, saat nomor selanjutnya yaitu nomor 8 yang di tulis oleh Amel ternyata di tanya arti dari isoton “ini siapa yang ngerjain?” tanya ibu Alfi lantas Amel pun mengacungkan tangannya dengan sedikit linglung “oke... pengertian dari isoton itu apaan?” tanya ibu Alfi terhadap Amel dan jawab Amel “laah... saya mah nyontek sama faridah bu...” lantas jawab Farydah “laah masa gua... engga bu.. saya nyontek sama Arsih nih bu..” lantas jawab Arsih “apaan sih lu da... engga bu saya mah nyontek sama si Lia noh..” tunjuk Arsih, lantas yang lain pun tertawa karena adanya sesi oper operan dan jawab Lia “lah kagak bu.. saya mah nyonteknya ama Maria...”  Maria pun menjawab sambil sedikit menahan tawa “jumlah atom yang sama namun unsur nya berbeda”.

Huuuft mereka membuat ku sulit untuk memejamkan mataku, bahkan masih berbekas rasanya kerutan senyum di pipi ku…
I Miss You All

Rabu, 22 Februari 2012

Pemaparan Cinta Dari Ku

Cinta bisa jadi apa aja. Cinta bisa berbalas, kadang juga tak terjawab. Cinta menyebabkan luka tetapi ia juga yang  meredakannya.

Cinta Secukupnya           : aku tak pernah berfikir mencintai mu, walau Cuma sekejap tapi yang terjadi tak ubah jaalur nasib yang berbalik.  Aku mencintaimu sejak kali pertama,  saat lembut sapa mu terucap dan mata lugu mu menggugat. Tanpa ku saadari lanjutnya. Setengah tahun sudah aku mengunggu  mu. Mengurung ku dengan cinta satu- satunya. Ku bela tanpa harus aku bertanya- Tanya. Bukankah cinta memang tak butuh alasan, meski Cuma satu huruf?! Sepertinya, iya..!


Kepada Kamu, Rindu Itu                   :  mungkin benar juga, kita perlu waktu untuk tidak bersua,  tapi sejenak saja mungkin tidaklah salah, ku pendam dulu rasa rindu, biarkan hati merintih dan meratap. Tapi sejenak saja, lalu untuk selanjutnya kita berpayung dalam 1 cinta!

Jiwa-Jiwa yang Patah       : ini lah pilihan ku: ku ingkari cintaku membiarkan kecewa dan lara mengendap dalam emosi yang membara. Izinkan aku bunuh rindu biar tak bangkit lagi menenggelamkan janji setia pada jiwa- jiwa  yang merenggang sepi. Melupakan mu dari tiap inci kenangan dalam hidup ku yang hampa.
 Tetaplah Dalam Bahagia         : sekiranya cinta melukis bahagia mu malam ini aku ingin kan ia setia mendampingi mu di setiap jejak mu. Menjaga mu dari setiap luka yang mencoba mengecup mu. Semoga cinta selalu ada untuk mu, secukupnya tak kurang dan tak lebih. Semoga senyum mendakwah indah dalam tidur mu.

Rabu, 23 November 2011

Sepotong Kue Sahabat

saat aku sedang bertelpon dengan mama ku, yang berbeda pulau dengan ku
aku pun mulai bercerita apa saja yang ada di benak ku dan...
mengingat kembali di masa itu
 

27 Januari 2011

14:12 WIB
Di siang ini beberapa teman sekolah ku datang ke rumah ku membawa sejuta kenangan, mereka hadir untuk menemani ku sebelum aku terbang meninggalkan kota kelahiran ku ini. Canda tawa, foto bersama, dan menyantap spageti buatan ku serta bingkai foto Winnie the pooh yg imut di isi foto kami bersama… :’) miss you All

16:24 WIB
Malam sebelum keberangkatan ku..
sepotong kue cantik di berikan kepada ku dari kedua sahabat ku.. Astrid an Wilis, namun ternyata di balik sepotong kue tersebut di buat khusus oleh sahabat baik ku, Sani..
Lantas aku pun bertanya kepada kedua sahabat ku itu, “kenapa bukan dia ajah yang ngasih langsung?” dengan sedikit terbata bata Wilis pun menjawab “dia ga sanggup tau mba.. buat ngasih ke lo langsung..” dan lanjut Astri “ia, katanya dia buatnya khusus banget buat lu..” tanpa berkata apapun aku pun seketika itu meneteskan air mata ku..
hati ku pun berkata, “sungguh aku tidak ingin meninggalkan kalian..”
    
Pukul 17.37 WIB
dengan sepotong kue cantik di tangan ku membuat aku taj berdaya, aku tidak sanggup menyantapnya, namun akhirnya ku santap pula, rasanya istimewa dan sulit sekali ku telan karena air mata yang terus mengalir ini tidak mau berhenti menutupi senja yang kini tiba.
lantas aku pun mengirim sms kepada sani “sumpah… kue buatan lo ga enak… kalo sedikiiit... ” dan jawabnya “kalo lo   mau lagi, lo ga boleh pergi ni..” ketika membaca pesannya sungguh membuat dada ku terasa sesak dan dengan terisak isak aku pun merebahkan tubuh ku di atas ranjang.
Saat magrib tiba, aku masih meneteskan air mata ku..
aku mencoba untuk menghubungi sani.. sahabat ku yang manja itu, tapi ia benar benar membenci ku, ia tidak ingin bertemu dengan ku, walau hanya 1 detik pun.
sudah berulang kali aku ke rumahnya dan yang ada hanya pembantunya yang mengatakan “mba sani nya lagi ga enak badan, engga mau di ganggu di atas (kamar)” dengan setetes air mata yang mengalir aku pun segera berlari ke rumah ku, kembali menjerit. :'( ini sungguh menyiksa ku..
aku tetap bersi keras untuk dapat bertemu dengannya, hingga rasanya aku pasrah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan??
  
                     Sani Nia(Sinta) Astri
18:49 WIB
aku masih menangis di antara tas tas tas yang siap untuk ku bawa besok pagi.
Seusai solat dari mesjid, Astrid an Wilis pun mendatangi rumahku..
mereka melihat keadaan ku yang kusam dan lusuh karena air mata, mereka berencana membuat sani keluar dari rumah.. mereka memancing sani keluar sedangkan aku harus mengumpat di balik tembok pagar rumahnya, ketika ia keluar dari rumahnya, walau hanya sebatas di daun pintu saja aku pun menarik nafas panjang panjang dan lalu aku muncul di hadapan sani dan pada saat itu juga ia memeluk ku dengan erat, air matanya pun meledak , kami tidak bersuara… ia terus menangis di pelukan ku.. begitu pun aku…
air mata membanjiri pertemuan kami malam ini..

setelah itu akhirnya kami pun makan malam bersama di rumah ku, sambil menyantap ketoprak aku masih saja sempat meneteskan air mata ku dan sani pun mengatakan bahwa aku adalah orang terjahat yang pernah ia kenal dan lanjutnya lagi “nanti sapa dong ni yang ngapel ke rumah gua kalo mlm minggu? Elu mah jahat..” keluhnya
aku pun hanya tersenyum dengan mata yang berkaca kaca dan tak sanggup mengatakan apa pun.
lalu, mereka memberikan ku jam Winnie the pooh dan bonek sapi untuk menemani ku di kota sana..

hingga mama ku pun tak kuasa menahan tangisnya ketika mendengar kan cerita ku...

Np_Sheila on7
Dan....bila esok...datang kembali
Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda
Dan...perlahan kaupun lupakan aku
Mimpi burukmu...dimana t'lah ku tancapkan duri tajam
Kaupun menangis...menangis sedih
Maafkan aku

Dan...bukan maksudku...bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu...menepikanmu
Maafkan aku....

Reff :
Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Dan...bukan maksudku...bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu...menepikanmu
Maafkan aku....

Love you and I miss you All