Selasa, 08 Juli 2014

Ini Tentang Cinta

Dear Diary

Sebagai selayaknya anak perempuan yang gemar menulis dan bercerita banyak hal tentunya tidak jauh dari senandung remaja seperti halnya rasa suka, cinta, sayang dan masa masa menyebalkan, dari yang musuhan sampe yang taksir taksiran pasti pernah kita alami,. Saat aku menulis dan merangkai kata ini semua seperti terulang kembali teringat jelas di ingatanku, aku memang bukan anak yang pintar, bukan anak yang patuh pada peraturan sekolah dan bukan anak nakal pastinya hihi. Sedikit membingungkan sih tapi ya begini lah aku, di antara anak anak baik aku adalah orang yang sok melanggar peraturan padahal ini sangat menentang hatiku nah sedangkan diantara anak anak nakal yang suka melanggar peraturan kadang aku pro terkadang kontra tergantung masalahnya sih bisa di toleransi atau enggak hehe.

Mengingat masa remaja ku yang sangat bahagia, ups...memang aku setua apa sampai bilang mengigat masa remaja haha, aku memang udah ga remaja lagi, aku akui itu tapi aku sedang beranjak dewasa yang  harus bisa membedakan perasaan kagum, perasaan sayang, suka atau cinta sekalipun. Bicara soal cinta, siapa sih aku? Tau apa tentang cinta? Haha aku sendiri ga tau cinta itu apa tapi sekalipun aku tau tentang cinta aku akan terus mengungkapkannya. Dan aku telah mengalaminya, aku buktikan dengan seiring berjalannya waktu aku pun tidak menyadarinya pada awalnya tapi setelah sekian banyak ungkapanku pada cinta akhirnya aku sadar ini loh cinta.. ini loh perasaan yang sulit diungkapkan dan tidak ada habisnya, ini loh cinta yang bisa menjaga keperawanannya, cinta yang suci yang tidak bersyarat yang tidak pakai kata ‘karena’ kadang kita tidak sadar bahwa ini cinta, cinta itu bukan sekedar terhadap lawan jenis, pernah dengar kata kata ini? “cinta ada karena terbiasa” ini bisa kita alami pada siapa saja, terhadap orang tua, guru atau yang lainnya atau jangan jangan hanya aku yang mencintai mereka hahaha ”kejam sekali kalian tidak mencintai orang yang sangat mencintai kalian” eiiits maksudnya bukan hanya sekedar ke lawan jenis tapi jangan ke sesama jenis yaah takutnya jin itu menyalah artikan daaan menggelitik iman kalian, jangan sampaii...
Pernah punya guru yag asik, serius, humoris, galak(eh enggak juga deh), tegas tapi lucu, kadang melow, kadang Rock banget, cerdas, pengertian, perhatian dan punya sejuta ketulusan dan kebaikan yang orang lain ga punya, rasanya mau jadi beliau saat aku masih dibangku SMA eh SMK hihi tapi sekarang aku baru sadar itu lah cita citanya itu lah keinginan atau impiannya itulah kecintaannya pada sebuah pengabdian, semua yang ia lakukan tidak akan sia sia. Karena cinta yang ia punya tulus itu terbukti bukan hanya dari murid murid yang juga mencintainya tapi dari airmata yang turun dari dasar hati (little moment), *sebenernya sotoy sih ga tau bener atau enggak tapi kita bisa bedain mana tulus dari dasar hati mana yang enggak.


Miss You Bu Rika Mutia Spd
Wish You All The Best

Sabtu, 28 Desember 2013

Curhat Ku

Aku merasakan beban mental, yang seharusnya aku lebih kebal di banding mahasiswa jurusan lain. Aku yang berkuliah jurusan Teknik dengan didikan keras saat ospek agar memiliki mental yang kuat, displin dan keras karena kuliah di Teknik itu ga mudah, ga semua orang bisa. Di Teknik tepat aku kuliah adalah mereka yang
memegang teguh peraturan bahwa tidak boleh berpacaran sesama teknik, itu karena banyak dampak negatif yang mereka pikirkan. Tapi aku..
Aku melanggar peraturan itu dan menanggung semuanya.. ocehan dari teman teman di fakultas yang katanya saudara, mereka menjauhi aku, kadang mereka menyinggung nyinggungku, bahkan sepertinya mereka menganggap aku tidak ada, dan parahnya mereka menerka nerka seolah olah aku pernah melakukan sesuatu yang sangat hina, mereka menyangka aku akan menikah secepatnya, atau aku akan jadi mantan teknik sebelum lulus. You hurt me :’(
Apa mereka benar-benar ingin aku putus? untuk apa? untuk mensucikan peraturan yang telah dibuat?aku tau aku salah, tapi kenapa kalian sejahat itu? sefatal itukah kesalahanku? haruskah kalian menjadi aku untuk merasakan ini? Coba lihat darisisi aku!!
Tidak pernah sedikitpun terlintas dibayanganku untuk melakukan hal sehina itu!!
Aku minta maaf karena telah melanggar peraturan, dan kalian menjauhiku. Terima kasih sebelumnya karena kita pernah sama-sama susah diawal. Kalau aku boleh memilih aku juga tidak ingin kuliah di teknik atau bahkan tidak mau mengenal dia, mungkin memang sudah jalannya seperti ini.
kalian bahkan dia tidak tau perasaanku, keadaanku, hatiku bergejolak ada sesuatu mengganjal pada perasaanku, aku tidak mau dia tau bahwa ada rasa sakit bersama dia, aku tidak mau hubungan persaudaraannya dengan sesama teknik rusak hanya karena aku. aku takut.

Selasa, 18 Desember 2012

Surat untuk Tuhan




Setitik air mataku terjatuh.. aku berharap ini hanya mimpi buruk.

11/12/12
Pukul 07.45 wita
       Pagi ini aku membaca koran, sejumlah media cetak mengabarkan keadaan kemarin pagi yang terjadi dikampus ku. Dan yang membuat ku terkejut dua orang teman ku di tahan. dengan spontanitas air mataku terjatuh..aaku tak percaya, dan tidak mau percaya bahwa ini nyata. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, mengingat hari hari yang telah kita lewati bersama.. ku ambil selembar kertas di meja ku, ku tulis semua perasaan ku.

“Tuhan, bangunkan aku dari mimpi ini, jangan biarkan ini terjadi padanya, pada orang orang yang aku sayangi.. Tuhan, aku mohon..jangan lakukan ini, jika memang ini menjadi keputusan mu, kuatkan ia, besarkan hatinya untuk menerima pelajaran atau hukuman yang kau berikan..”

       Ku lipat kertas itu dengan airmata yang kian deras dan menaruhnya pada laut, berharap gelombang laut kan membawakannya pada Tuhan..

Sabtu, 08 Desember 2012

Dia


Ketika mentari terbentang ia pun merekahkan sinarnya hingga menyelundup ke rongga rongga ruang tidur ku, akupun terbangun.. sekilas cahaya membekas pada mataku yang masih ku sipitkan tanpa sadar akupun menyunggingkan senyum k, mengingat mimpi yang menjadi teman dalam tidur ku membuat ku merasa senang, lantas akupun terbangun dari lamunan ku.. yup kini pukul menunjukan 07.56 wite, waktunya aku untuk bergegas kekampus.
Pagi ini berjalan apa adanya, namun ketika sosok wajah yang tersenyum padaku membuatku luar biasa, luar biasa semangat menanti pagi yang seperti ini, desau angin bertiup kearah barat,.. ya memang ini waktu yang tepat untuk kembali tidur.. namun tidak ada istilah tidur siang jika semalam aku terjaga sangat lelap..
Ia.. ini masih tentangnya..tentang  dia yag aku kagumi, tentang dia yang aku cintai, walau entah dari mana kata itu terlintas dipikiran ku, entah apa yang aku kagumi darinya.. aku seakan tidak mengerti mengapa rasa ini tidak bisa ku kendalikan..


_Untuk mu.. yang aku kagumi_

Senin, 27 Agustus 2012

Berlalu


Rinai rintik hujan pagi ini, membasahi lantai permukaan bumi,, memberikan sebuah kehidupan bagi rumput yang mulai terlihat gersang di luar sana, ku pandangi dari sudut jendela..beberapa anak itik berlari mengejar air yang kan turun lebih banyak lagi.
Aku pun tersenyum..
Entah apa yang ada di pikiranku, aku merasa senang.. 3 bulan sudah air hujan tidak membasahi tanah kami, semenjak kemarau datang.. rumput yang perlahan mulai menguning, hingga berwarna coklat pun hujan tak kunjung datang untuk membasahi dedaunan di luar sana.
Kini kemarau berlalu, tak kan ada rumput yang kecoklatan, atau domba-domba yang kelaparan karena tidak ada rumput yang hijau, bahkan tidak akan ada lagi se-ekor itik pun yang kan kehausan.

Sejuk menyapa hari ini
Semua yang hidup di bumi
Menikmati alam yang kini bersahabat
Desau angin menyentuh dinding tubuh ku dengan lembut
Meninggalkan sisa kedamaian
Hingga..
Matahari yang kan tenggelam pun
tersenyum di bibir cakrawala

Rabu, 18 Juli 2012

Dear Sahabat,


Aku tidak tahu bagaimana menjadi sahabat yang baik untuk mu, untuk kalian sahabat – sahabat ku, aku jarang merespon kalian dalam jejaring social ku, aku sadar aku sering kali mengabaikan mu, mengabaikan kalian, dan aku punya alasan..
Aku sudah tidak seperti anak manja yang dulu, yang hanya tau beresnya saja, yang tidak pernah mau disuruh orang tua ku dan memiliki banyak waktu luang yang panjang untuk bersenang senang seperti dulu, dimana ketika kita habiskan waktu untuk online, nonton, sms-an, curhat-curhatan, pergi kesana kemari kerumah kalian untuk bercanda dan tertawa.
Sebenarnya aku ingin sekali, aku sungguh-sungguh ingin sekali melakukan aktivitas itu semua seperti dulu walau tidak setiap hari, banyak sekali yang ingin aku ceritakan, semua yang aku alami tanpa sahabat seperti kalian, baik itu cerita manis maupun pahit. Ketika aku harus beradaptasi di lingkungan baru ku, memahami karakter orang orang di sekeliling ku, semua tidak mudah, ada yang menerima aku apa adanya, ada juga yang berlaku kasar terhadap aku si anak baru dari kota (kata mereka).
Saat itu aku menangis, aku mengeluh, aku merindukan kalian, walau kadang kita sering selisih pendapat, tapi aku senang bersama kalian, dan ketika aku mendapat teman teman baru yang baik, guru guru yang ramah, bercanda bersama mereka, aku tetap mengingat kebersamaan kita, dimana kita yang membahas apapun dengan bahasa bahasa logis ataupun bahasa ilmiah yang membuat ku geli dengan gaya bahasa itu, atau bercanda bersama mereka membuat ku mengingat kalian.. apa yang sedang kalian bicarakan? Apa yang sedang kalian lakukan, kekonyolan apa lagi yang kalian perbuat.. aku benar benar iri.. iri pada mereka atau kalian yang tetap pada satu area yang sama.
banyak sekali harapan atau ini termasuk cita – cita ku, kita berkumpul kembali, menceritakan yang kita alami bersama, tertawa, mengkritik, member saran atau apa pun itu..
sudah lama aku menabung, aku ingin kembali kek kota ku, dimana kota itu adalah kota kelahiran ku, kota dimana aku di besarkan dan membentuk sifat ku di kota itu. Serta kota tempat kita bertemu menjadi teman, sahabat, kadang menjadi musuh sekalipun.
Kadang aku berpikir kapan kita akan saling membicarakan satu sama lain seperti dulu. Karena di situ lah aku belajar bercermin seperti apa yang kalian tidak suka, dan seperti apa pula yang kalian suka, karna aku tidak mau menjadi seseorang yang sedang kita bicarakan.
Kini, aku sadar.. aku sudah cukup dewasa, aku harus memiliki kegiatan setelah lulus SMA, tidak selamanya aku harus meminta pada orang tua ku, aku harus membantu ibu ku..
Banyak yang harus aku kerjakan demi melanjutkan sekolah ku dan kembali ke kota ku, bertemu kalian sahabat terindah di masa masa indah..
Natsukashii Tomodachi



Selasa, 29 Mei 2012

Buat Roti

setelah Ujian Nasional selesai.. liburan niih..
jadi dari pada jadi seorang pengangguran lebih baik bantu My Mom..
"Bikin Roti"

prosesnya itu dari oven atas untuk matengin bagian dalam dan bawah roti

naah setelah itu, bagian atas itu wajiib mateng juga doong, jadi taroh ajah di oven bagian bawah
agar warna tampilan roti jadi kecoklatan

naah kalo cuma sebagian yang kecoklatan, puter aja biar stabil warnanya



nah kalo udah stabil tutup dah penutupnya

nah terus kalo udah stabil di ambil aje..
nanti gosong lagi..

 naah ini pas udah keluar dari oven
setelah ituu... di bagi menjadi empat..

uppss.. ini yg udah di kasih mentega atasnya,,

pastikan kalo emang udah di potong


naaah tampilannya gini niih kalo mau beli seloyang.. cuma Rp.16.000