Rabu, 22 Februari 2012

Pemaparan Cinta Dari Ku

Cinta bisa jadi apa aja. Cinta bisa berbalas, kadang juga tak terjawab. Cinta menyebabkan luka tetapi ia juga yang  meredakannya.

Cinta Secukupnya           : aku tak pernah berfikir mencintai mu, walau Cuma sekejap tapi yang terjadi tak ubah jaalur nasib yang berbalik.  Aku mencintaimu sejak kali pertama,  saat lembut sapa mu terucap dan mata lugu mu menggugat. Tanpa ku saadari lanjutnya. Setengah tahun sudah aku mengunggu  mu. Mengurung ku dengan cinta satu- satunya. Ku bela tanpa harus aku bertanya- Tanya. Bukankah cinta memang tak butuh alasan, meski Cuma satu huruf?! Sepertinya, iya..!


Kepada Kamu, Rindu Itu                   :  mungkin benar juga, kita perlu waktu untuk tidak bersua,  tapi sejenak saja mungkin tidaklah salah, ku pendam dulu rasa rindu, biarkan hati merintih dan meratap. Tapi sejenak saja, lalu untuk selanjutnya kita berpayung dalam 1 cinta!

Jiwa-Jiwa yang Patah       : ini lah pilihan ku: ku ingkari cintaku membiarkan kecewa dan lara mengendap dalam emosi yang membara. Izinkan aku bunuh rindu biar tak bangkit lagi menenggelamkan janji setia pada jiwa- jiwa  yang merenggang sepi. Melupakan mu dari tiap inci kenangan dalam hidup ku yang hampa.
 Tetaplah Dalam Bahagia         : sekiranya cinta melukis bahagia mu malam ini aku ingin kan ia setia mendampingi mu di setiap jejak mu. Menjaga mu dari setiap luka yang mencoba mengecup mu. Semoga cinta selalu ada untuk mu, secukupnya tak kurang dan tak lebih. Semoga senyum mendakwah indah dalam tidur mu.

0 komentar:

Posting Komentar