Lagi lagi aku selalu ada ide menulis setiap kali dekat ujian atau kesibukan apapun yang tidak memungkinkan ku untuk menulis tapi tidur ku tidak akan pulas jika aku belum menulis, memang penyakit sekaligus hobiku ini selalu kambuh setiap kali dekat ujian, belajar dalam ketegangan, atau subuh ketika aku terbangun dari tidurku. Namun setiapkali aku berlibur ataupun tidak ada kegiatan tak pernah secuilpun ide menulisku meuncul kepermukaan. Terus memendam dalam otak dan tidak mau terukir indah di layar monitor ku. Hehe
Sejak tadi aku teringat dengan kejadian hari ini disekolah…
09/04/2012
Pukul 10.05 WITA
Barusaja detik-detik terakhir guru bahasa Indonesia di sekolah ku mengajar di kelas ku berlangsung dengan begitusaja. Dikelas yang panas karena terik matahari yang menyapa sedemikian rupa dapat kami abaikan dengan suasana romantic antara guru dan murid. Semua hening, membungkam.. hanya air mata yang berlinang dan berbicara di pipi yang memerah dan merona diparas para siswi yang mendengar setiap kata yang tersendat karena menahan haru dari sang guru, sesekali ia menarik nafasnya panjang-panjang dan air mata itu terus menitik ke bagian kerudung yang menyelimuti auratnya.
Wajahnya yang selalu bersemi dan sumringah setiap kali masuk kelas kami kini berubah menjadi sebuah keharuan baginya, melihat para siswa dan sisiwi yang di ayominya selama 3 tahun berturut-turut hingga akhirnya sampai juga pada titik terakhir ia mengajari kami, beliau bukan sekedar guru yang menuntut agar kami bisa mengikuti pelajarannya saja tetapi beliau juga peduli dengan tingkat otak kami yang rata rata kurang memadai, beliau selalu hadir didalam kondisi apapun, membangkitkan kami. Aku teringat di hari itu…
Rabu 22 February 2012
Pukul menunjukan 12.00 WITA
Hari ini pelajaran bahasa Indonesia, para murid dikelas TKJ 1 terlihat sangat tidak bersemangat dan rasa ngantuk pun melanda dibagian otak kami masing-masing, melihat keadaan tersebut Ibu Rika (guru bahasa yang sedang ku ceritakan ini) tersenyum sendiri dan pergi dari kelas, aku pun merasa heran mengapa ibu terlihat senang ketika ruangan kelas terasa membosankan?
Tiba-tiba saja dalam waktu kurang dari satu menit Ibu Rika pun kembali dengan rotan yang digenggamnya “Ayo.. Berdiri semuanya” sahut Ibu Rika sambil tersenyum senang dan membuat jantung ku berdegup kencang “razia razia” sahut rianto yang duduk tepat di samping kanan ku, lantas aku pun menyampaikan hal yang sama kepada siti teman sebangku ku untuk bersiap-siap menyembunyikan handphone kami dan setelah kami berdiri kami di instruksi kan untuk keluar kelas dan berdiri di lapangan tanpa ter-kecuali Rubiah, Marina, Herlina, Irena yang rajin belajar saja sampai terkena imbasnya akibat teman sekelas kami yang merasa ngantuk, Andika adalah salah satu akibatnya.. karena dia sudah terlalu sering terlelap didalam kelas yang pengap seperti saat ini.
Lantas Ibu Rika pun menyuruh kami untuk merenggangkan otot-otot kami dan melupakan sejenak kepenak-an yang menjalar kedalam tubuh kami tapi diantara kami masih belum ada yang mengerti atas perintah Bu Rika dengan tujuan yang sangat baik, kami masih saja berpikir akan ada razia khusus di kelas kami. Lalu ibu meminta kami untuk berlari dan mengitari lapangan sekolah yang tertera di depang ruang guru. Setelah kami kembali kekelas dengan nafas yang terburu-buru Ibu Rika pun bertanya “bagaimana anak-anak? Masih ngantuk?” tanyanya dengan wajah berseri seperti puas melihat murid –murid kesayangannya lelah. Beberapa diantara kami mengeluh namun tetap kami tidak bisa merasa kesal pada guru yang satu ini, dan kami menjawab dengan tidak serempak “masih nagntuk” ada juga yang menjawab “nggak buu…nggak ngantuk sudah” sahut para murid yang sedang terengah engah dan mulai menyetabilkan nafas mereka serta mengibaskan buku kebagian tubuh mereka yang terasa gerah.
Lalu sekali lagi ibu menyuruh kami untuk berdiri sesegera kami berdiri dan Ibu pun menyalakan sebuah music agar kami bergerak dan hal ini mengundang tawa kami, dan ibu pun tidak segan segan untuk merekam aksi kami, tapi beberapa diantaranya merasa malu untuk berdindang, dan hanya menyaksikan sikap konyol Ronal cowok paling pede yang sok imut itu beraksi. Hihi
09/04/2012
10.18 WITA
10.18 WITA
Sekali lagi beliau menghela nafasnya, anak-anak yang ia banggakan, yang selalu membuatnya tersenyum ketika mengingat hari ulang tahunnya diberikan surprise.. tidak meriah memang tapi kebersamaan itu yang meriah, menyantap candaan setiap pagi, memarahi kenakalan kami yang selalu memiliki alasan atas apapun yang kami lakukan, dan beliau bukan sekedar orangtua disekolah, ia juga kadang bersahabat pada seluruh muridnya memberikan segala saran bagi semua muridnya tanpa memandang kulit atau dari manakah kami berasal. Satu hal yang paling sering ibu ucapkan “Ibu belajar ngeles dari kalian..ketika Ibu menjadi Walas kalian alias wali kelas”. Beliau tegas, sersan (serius santai) dan satu hal yang membuat kami giat belajar bahasa Indonesia yang diajarkannya adalah karena ia mengajarkan kami dengan caranya.. memberikan pengertian tidak terlalu menuntut, santai, dan tidak membuat kami merasa bosan.
Rasanya ingin aku mengungkapkan.. mungkin Tuhan sengaja menempatkan Ibu di sela sela kemalasan kami… karena Ibu lah yang menyemangati kami.
Dengan kasih sayangnya lah kami bisa merasakan kenikmatan menjadi seorang murid.


0 komentar:
Posting Komentar