Selasa, 18 Desember 2012

Surat untuk Tuhan




Setitik air mataku terjatuh.. aku berharap ini hanya mimpi buruk.

11/12/12
Pukul 07.45 wita
       Pagi ini aku membaca koran, sejumlah media cetak mengabarkan keadaan kemarin pagi yang terjadi dikampus ku. Dan yang membuat ku terkejut dua orang teman ku di tahan. dengan spontanitas air mataku terjatuh..aaku tak percaya, dan tidak mau percaya bahwa ini nyata. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, mengingat hari hari yang telah kita lewati bersama.. ku ambil selembar kertas di meja ku, ku tulis semua perasaan ku.

“Tuhan, bangunkan aku dari mimpi ini, jangan biarkan ini terjadi padanya, pada orang orang yang aku sayangi.. Tuhan, aku mohon..jangan lakukan ini, jika memang ini menjadi keputusan mu, kuatkan ia, besarkan hatinya untuk menerima pelajaran atau hukuman yang kau berikan..”

       Ku lipat kertas itu dengan airmata yang kian deras dan menaruhnya pada laut, berharap gelombang laut kan membawakannya pada Tuhan..

Sabtu, 08 Desember 2012

Dia


Ketika mentari terbentang ia pun merekahkan sinarnya hingga menyelundup ke rongga rongga ruang tidur ku, akupun terbangun.. sekilas cahaya membekas pada mataku yang masih ku sipitkan tanpa sadar akupun menyunggingkan senyum k, mengingat mimpi yang menjadi teman dalam tidur ku membuat ku merasa senang, lantas akupun terbangun dari lamunan ku.. yup kini pukul menunjukan 07.56 wite, waktunya aku untuk bergegas kekampus.
Pagi ini berjalan apa adanya, namun ketika sosok wajah yang tersenyum padaku membuatku luar biasa, luar biasa semangat menanti pagi yang seperti ini, desau angin bertiup kearah barat,.. ya memang ini waktu yang tepat untuk kembali tidur.. namun tidak ada istilah tidur siang jika semalam aku terjaga sangat lelap..
Ia.. ini masih tentangnya..tentang  dia yag aku kagumi, tentang dia yang aku cintai, walau entah dari mana kata itu terlintas dipikiran ku, entah apa yang aku kagumi darinya.. aku seakan tidak mengerti mengapa rasa ini tidak bisa ku kendalikan..


_Untuk mu.. yang aku kagumi_