Rabu, 23 November 2011

Sepotong Kue Sahabat

saat aku sedang bertelpon dengan mama ku, yang berbeda pulau dengan ku
aku pun mulai bercerita apa saja yang ada di benak ku dan...
mengingat kembali di masa itu
 

27 Januari 2011

14:12 WIB
Di siang ini beberapa teman sekolah ku datang ke rumah ku membawa sejuta kenangan, mereka hadir untuk menemani ku sebelum aku terbang meninggalkan kota kelahiran ku ini. Canda tawa, foto bersama, dan menyantap spageti buatan ku serta bingkai foto Winnie the pooh yg imut di isi foto kami bersama… :’) miss you All

16:24 WIB
Malam sebelum keberangkatan ku..
sepotong kue cantik di berikan kepada ku dari kedua sahabat ku.. Astrid an Wilis, namun ternyata di balik sepotong kue tersebut di buat khusus oleh sahabat baik ku, Sani..
Lantas aku pun bertanya kepada kedua sahabat ku itu, “kenapa bukan dia ajah yang ngasih langsung?” dengan sedikit terbata bata Wilis pun menjawab “dia ga sanggup tau mba.. buat ngasih ke lo langsung..” dan lanjut Astri “ia, katanya dia buatnya khusus banget buat lu..” tanpa berkata apapun aku pun seketika itu meneteskan air mata ku..
hati ku pun berkata, “sungguh aku tidak ingin meninggalkan kalian..”
    
Pukul 17.37 WIB
dengan sepotong kue cantik di tangan ku membuat aku taj berdaya, aku tidak sanggup menyantapnya, namun akhirnya ku santap pula, rasanya istimewa dan sulit sekali ku telan karena air mata yang terus mengalir ini tidak mau berhenti menutupi senja yang kini tiba.
lantas aku pun mengirim sms kepada sani “sumpah… kue buatan lo ga enak… kalo sedikiiit... ” dan jawabnya “kalo lo   mau lagi, lo ga boleh pergi ni..” ketika membaca pesannya sungguh membuat dada ku terasa sesak dan dengan terisak isak aku pun merebahkan tubuh ku di atas ranjang.
Saat magrib tiba, aku masih meneteskan air mata ku..
aku mencoba untuk menghubungi sani.. sahabat ku yang manja itu, tapi ia benar benar membenci ku, ia tidak ingin bertemu dengan ku, walau hanya 1 detik pun.
sudah berulang kali aku ke rumahnya dan yang ada hanya pembantunya yang mengatakan “mba sani nya lagi ga enak badan, engga mau di ganggu di atas (kamar)” dengan setetes air mata yang mengalir aku pun segera berlari ke rumah ku, kembali menjerit. :'( ini sungguh menyiksa ku..
aku tetap bersi keras untuk dapat bertemu dengannya, hingga rasanya aku pasrah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan??
  
                     Sani Nia(Sinta) Astri
18:49 WIB
aku masih menangis di antara tas tas tas yang siap untuk ku bawa besok pagi.
Seusai solat dari mesjid, Astrid an Wilis pun mendatangi rumahku..
mereka melihat keadaan ku yang kusam dan lusuh karena air mata, mereka berencana membuat sani keluar dari rumah.. mereka memancing sani keluar sedangkan aku harus mengumpat di balik tembok pagar rumahnya, ketika ia keluar dari rumahnya, walau hanya sebatas di daun pintu saja aku pun menarik nafas panjang panjang dan lalu aku muncul di hadapan sani dan pada saat itu juga ia memeluk ku dengan erat, air matanya pun meledak , kami tidak bersuara… ia terus menangis di pelukan ku.. begitu pun aku…
air mata membanjiri pertemuan kami malam ini..

setelah itu akhirnya kami pun makan malam bersama di rumah ku, sambil menyantap ketoprak aku masih saja sempat meneteskan air mata ku dan sani pun mengatakan bahwa aku adalah orang terjahat yang pernah ia kenal dan lanjutnya lagi “nanti sapa dong ni yang ngapel ke rumah gua kalo mlm minggu? Elu mah jahat..” keluhnya
aku pun hanya tersenyum dengan mata yang berkaca kaca dan tak sanggup mengatakan apa pun.
lalu, mereka memberikan ku jam Winnie the pooh dan bonek sapi untuk menemani ku di kota sana..

hingga mama ku pun tak kuasa menahan tangisnya ketika mendengar kan cerita ku...

Np_Sheila on7
Dan....bila esok...datang kembali
Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda
Dan...perlahan kaupun lupakan aku
Mimpi burukmu...dimana t'lah ku tancapkan duri tajam
Kaupun menangis...menangis sedih
Maafkan aku

Dan...bukan maksudku...bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu...menepikanmu
Maafkan aku....

Reff :
Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Dan...bukan maksudku...bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu...menepikanmu
Maafkan aku....

Love you and I miss you All

Sabtu, 29 Oktober 2011

Ayah.. aku menunggu kehadiran mu


Hari ini aku mulai belajar dari kisah seseorang yang tidak pernah ku sangka sebelumnya, sebut saja “H”..
Sesosok laki laki sangar yang mempunyai pengalaman menyedihkan, badan kekar namun tidak terlalu besar membuat seseorang segan untuk berurusan dengannya bahkan niat untuk menyapanya sekali pun.. ooouuh no.. thank’s,

Sejak dalam kandungan Ibunya, ia telah di tinggal pergi oleh Ayahnya begitu saja tanpa mau tahu apa yang akan di alami anak dan istrinya itu tanpa kepala keluarga..
Lantas “H” harus tetap berjuang hidup meski tanpa seorang Ayah, Ibu yang selama ini ia kenal adalah wanita terhebat di Dunia karena mampu menghidupinya hingga sebesar ini..
setiap hari setelah ia  pulang sekolah, ia harus melanjutkan perjuang hidup demi sesuap nasi menjadi seorang kuli angkut barang di pelabuhan, tengoklah betapa malang nasibnya di usia 9 tahun ia sudah mengerti arti sulitnya menjadi setangkai pohon di gurun pasir..

Ia sering kali menjadi bayang bayang Ayahnya, begitu banyak cerita tentang sosok Ayah kandungnya yang ada dalam dirinya sehingga menjadi motivasi sendiri untuknya agar sukses dan dapat menunjukan keberhasilannya tanpa seorang Ayah, lalu angan angan untuk bertemu dengan Ayahnya pun semakin memuncak, seiring berjalannya waktu ia pun ingin menjadi seorang atlet yang ia geluti selama ini.. yaitu menjadi seorang pesepak bola, seperti yang pernah di ungkapkan oleh Ibunya bahwa Ayah nya memiliki hobby nonton bola, lantas menjadi suatu alasan dan pemikiran bahwa jikalau ia sukses menjadi seorang pesepak bola terkenal, ia akan mengatakan bahwa hingga saat ini ia masih mencari Ayah, menunggu kedatangannya, membawakan mainan mainan kecil untuknya sekali pun hanya genggaman tangan mesra seorang Ayah terhadap anaknya sepulang kerja, lalu berharap Ayah sedang menyaksikan pengakuannya di televisi dan mendatangi kediamannya lalu memeluk erat tubuh lelah menanti serta mengatakan bahwa “aku adalah Ayah yang kau tunggu 18 tahun lamanya nak..” dengan setetes air mata harapan bahwa ini akan benar benar terjadi.

Ketika mengingat di masa lampau, seorang anak yang berjuang hidup untuk meringan kan beban ibunya, terkadang ia merasa iri pada mereka anak anak yang meminta mainan dengan manja pada Ayahnya, sedangkan ia… ingin merengek atau mengeluh sedikit pun tak sanggup ketika melihat wajah lusuh nan tulus itu menatap matanya, mungkin bukan dia saja yang merasa iri… ia harus memikirkan Ibunya pula.

2007 yang lalu ia tamat SMA, masih tak terlintas dalam bayangannya untuk masalah percintaan, di benaknya masih terbayang sesosok Ayah yang akan memanjakannya dengan mainan mainan , bergelayut di pundak ayahnya atau memberikannya uang saku walau hanya Rp.1..
Dalam pekerjaan yang tak tetap ia masih menggeluti sepak bolanya hingga suatu saat team yang di milikinya mendapat tawaran untuk ke Jakarta, dengan senang hati dan bangga ia pun melanjutkan hidupnya di pulau jawa itu, selepas izin kepada orang tuanya untuk berangkat ke Jakarta sepintas impian bertemu dengan seorang Ayah pun semakin kuat, namun hanya dalam waktu 3 hari ia harus segera kembali ke Pualu Bunyu tempat ia di besarkan, tempat di mana ia mulai mengenal sesosok Ayahnya walau hanya dengan cerita, ia harus segera kembali atas permintaan Ibunya yang tak mengira bahwa jagoannya yang kini telah dewasa itu benar benar pergi ke Jakarta,dan meninggalkannya kiranya izin berangkat ke jakarta hanya sebatas gurauan saja.
Dengan kepala tertunduk dan tubuhnya yang melemas pun kembali. Keluarga nya tak ingin ia menjadi bayang bayang Ayahnya yang tak tahu tanggung jawab, mereka mengatakan bahwa tak usah mencari laki laki yang tlah menancapkan penderitaan pada mu dan ibu mu.
Mungkin dia (Ayahny) telah lama meninggal…

Maka…
Pupus lah harapan..

Suatu hari ia bekerja di rumah katring, memang dalam posisi yang tidak ada apa apanya namun ia bersyukur karena ia tidak menganggur, saat sedang bersantai dan mengobrol dengan 5 orang pekerja lainnya, tak lama kemudian seorang bapak bapak turun dari mobil yang ia kendarai dengan jas yang menyelimuti tubuhny lalu menyalami nya, lantas dengan perasaan bingung dan bertanya tanya Bapak itu pun mengatakan “saya adalah sahabat dari ayah mu..” lantas setetes keringat yang ada pada wajahnya pun menjadi sejuta rasa bahagia, Ayah nya masih hidup dan saat ini sedang dinas di pulau Sulawesi lantas segera ia meminta nomor handphone Ayahnya.
Dengan rasa bahagia yang tak terkira, ia berlari menuju rumah dengan mata yang berkaca kaca bahwa ia akan mendengar suara Ayahnya, yang kini menjadi orang sukses.

Akhirnya mereka pun bertemu layaknya seorang anak yang merindukan Ayahnya, dengan posisi seorang anak ia pun bercerita banyak tentang kehidupannya tanpa seorang Ayah, dan meminta beberapa mainan yang dulu belum sempat ia pinta sewaktu kecilnya, lalu dengan senang hati dan rasa bersalah karena pernah minggalkan anaknya, akhirnya Ayahnya pun mengabulkan permintaan si “H”, dan sejak itu ia tidak pernah bertemu dengan Ayahnya lagi.

Setidaknya rindu yang ia rasakan telah terobati….
Dengan mendengar degupan jantung Ayahnya
Melihat lengkung senyuman di bibirnya
Atau mendengar senandung nya..
Cukup… ia sangat puas, ia bisa ikut bergabung dengan teman temannya lalu menceritakan seperti apa layaknmya seorang anak, atau bahkan bisa menjawa pertanyaan gurunya di masa itu yang harus menceritakan seperti apa Ayah yang kau kenal, kini ia tahu seperti apa sosok Ayah yang ia rindukan selama ini..

Kamis, 27 Oktober 2011

Cinta yang menyesatkan perasaan

Aku adalah seseorang yang menilai orang lain dari segala sisi positive dan aku juga tidak mau mengenal orang dari sisi negative… karena aku juga ingin orang memandang ku dengan begitu.

ketika itu aku datang di kehidupannya, setelah aku terhempas batu karang di tepian kota Bekasi jawa barat, aku terpuruk, terjatuh dalam langkah seseorang yang semakin jauh pergi dari hidup ku, lalu aku mencoba tuk berdiri dan bersandar yang aku pun tidak tahu, apakah dia bisa menggantikan serpihan serpihan hati ku yang tlah hilang..
Dia…
mampu memberikan ku secercah harapan, kini ia mulai mengganti serpihan hati ku yang tak tahu kemana perginya namun… Ia menjatuhkan hati ini begitu saja, dengan ke tegaran hati ini.. Aku tetap mencintainya, lalu dia merapikan hati ku yang baru saja ia jatuh kan dan lalu menjatuhkannya lagi untuk ke sekian kalinya ia menyusunnya  dan kini yang terakhir kalinya ia menjatuhkannya kembali hingga muyak yang ku rasa, sakit hati ku karena beberapa kali dia memainkan perasaan ku, entah berapa lama aku harus menahan rasa ini lalu ia hanya memberikan satu alasan… “I don’t long distance”.
cinta ini menyesatkan perasaan yang seakan mengolah pertanyaan pada diri... untuk apa ku menanti mu yang tak tahu kemana kau kan mengarah kan cinta mu...

Terjatuh…
untuk kesekian kalinya dia benar benar menghancurkan perasaan dan jiwa ku, mencoba bertahan dalam perasaan cinta ku padanya namun kini rasanya benar benar tlah lenyap tersapu ombak di tepian..

aku tidak pernah menyakiti mu sekali pun kebosanan melanda, iri membara pada mereka yang memiliki kekasih di sampingnya, bahkan aku tidak pernah meminta sedikit pun pada mu sekalipun hati mu…
atau aku pun tidak meminta mu untuk menjadi sosok yang di idam kan para gadis lainnya, atau menaruh rasa ketidak sukaan ku pada mu dari sisi negative mu…
sorry… I don’t think so…
jikalau memang kamu tidak dapat menggantikan serpihan hati ku yang tlah hilang.. ku mohon.. katakan itu sebelumnya… sebelum aku terlanjur mencintai mu..

ini bukan pembalasan…
aku ingin pergi dari kehidupan mu dan mencari seseorang yang mau memberikan sayapnya pada ku saat sayap sayap ku tak mampu mengepak dan menemani hari ku..
aku tak mau menoleh.. tapi karena aku tidak mau mengingat massa itu.. ketika aku hadir di kehidupan mu dan sebaliknya.

I’m sorry I have to go "Rizky Safari"…

Senin, 24 Oktober 2011

Menanti Kebenaran

Friday, ‎June ‎2, ‎2010, ‏‎6:54:00 PM
Hari ini adalah hari biru yang membuat hati adik ku merasa pilu karena harus meninggalkan kota kelahiraannya. Kini  ia di nyatakan lulus SMP dan harus melanjutkan sekolah ke Pulau Kalimantan timur tepatnya di kota Tarakan, tampat di mana seluruh anak sekolah di biayai pemerintah (gratis bagi siswa) dan selain itu nenek ku baru saja di tinggal oleh suaminya (kakek ku) dan ini lah alasan mengapa ia harus meninggalkan sahabat, seseorang yang special, serta… kebahagiaan karena mendapat lingkungan perumahan yang sangat terjaga pergaulannya, untuk menemani nenek ku di pulau tarakan bersama mama ku…
Meskipun dalam pengajian ia jarang sekali hadir setiap malam minggu di lingkungan RT kami, namun ia pandai mengaji dan banyak amalan yang di jalaninya di rumah, ia adalah seseorang yang cerdas namun tidak begitu aktif dalam kegiatan RT kami, jika di bandingkan dengan aku, karena aku lah  yang selalu ingin tampil pertama setiap kali acara apapun di lingkungan RT (PeDe ku).
Sekitar akhir Juni 2010 ia akhirnya benar benar pergi meninggalkan kota kelahirannya dan harus memikirkan masa depannya, yaitu  sekolah…
hampir sebulan lebih  di kota Tarakan banyak sekali prestasi yang telah ia dapatkan untuk mewakili kota tarakan, dan selalu juara 1 atau 2… di bidang pidato bahasa Inggris, Debat bhs inggris tingkat kota, pidato 3 bhsa  tingkat provinsi, juara jurnalistik dari puisi 3 bahasa., bahkan sempat terakhir pertengahan 2011 ia berhasil menjabat juara 1 lomba catur putri di kota Tarakan.dan nilai tertinggi di Fisika, kimia, bahasa, matematika dan tak lupa agamanya di hadist dan juz 30 serta sempat menjadi candidat duta wisata kota Tarakan namun berhubung belum cukup umur dengan terpaksa harus di tunda tahun depan.
Namun….
ketika musibah itu datang..
semuanya menghapus angan… saat mereka (saudara dari Ibu ku) berlaku tidak adil..
mungkin adik ku memang seseorang yang tidak pandai bergaul atau beradaptasi, namun ia tahu adat kesopanan dan etika.
ia adalah seseorang yang mengatakan segala sesuatunya mengandalkan logika, hadist, dan sedikit dengan perasaan (tergantung keadaan).
ia selalu berbicara blak blakan mungkin bisa di katakan kelebihan ataupun kekurangannya.

kamis, 22/09/2011. jam : 14.45 wita
saat ini cuaca sangat terik dan menyengat, lantas adik ku pun yang baru pulang sekolah ini terburu buru mengejar waktu Zuhurnya dan ia pun menyempatkan diri untuk mandi agar terasa lebih segar setelah ia beristirahat ± 15 menit lamanya sebelum mandi dan shalat. Namun  saat ia mandi, tak sengaja matanya terlintas pada sebuah kamera Hp di bawah pintu kamar mandi dan kamera Hp yang mengarah padanya, dengan pintu yang agak longgar di bawah sehingga ada ruang sekitar 10cm dan ada kesempatan (...) ia pun mengenali model hp tersebut yang ia yakini adalah Hp sepupunya sendiri.
lantas ia pun segera meneriaki “hei, siapa itu?” dengan panik, dan tiba tiba terdengar suara gaduh lantai kayu di rumah, seperti suara telapak kaki yang menyentuh lantai kayu dengan tergesa gesa lantas adik ku pun segera bergegas keluar kamar mandi yang ia dapati benar adalah sepupu laki laki kami yang saat ini  bisa di katakan sedang masa pubertas, karena ia baru memasuki kelas 1 SMA. Tapi masa pubertasnya bukan lah satu alasan untuk ia berbuat tidak senonoh terhadap saudaranya sendiri atau pun orang lain.
akhirnya adik ku pun mengadu pada mama ku yang juga mamanya (adik ku), lantas mama pun memanggil sepupu kami sebut saja “S” yang terlihat gugup saat di panggil oleh orang tua ku atau tante dari si “S” ini..
mama pun meminta hp yang di tangannya namun ia tidak ingin memberikannya dengan alasan ada beberapa foto yang ingin ia hapus terlebih dahulu dan dengan kepolosan mama ku yang tidak mengerti Hp lalu membiarkan Hp tersebut di biarkan di tangan keponakannya itu si “S”. Dan sedangkan adik ku sedang menangis di kamar merasa di lecehkan lantas nenek ku pun keluar dari kamarnya dan memukul adik ku dengan alasan telah memfitnah cucu kesayangannya, lantas adik ku pun merasa tidak adil akan perlakuan yang di terimanya bahkan Mama ku pun hingga meneteskan air matanya karena ingin membela kebenaran. Mungkin adik ku memang tidak punya bukti yang kuat namun ia dapat menjelaskan bahwa alasan dari si “S” untuk mencuci tangan dengan menggenggam ponsel di tangannya di depan pintu kamar mandi, sedangkan depan pintu kamar mandi tidak ada sumber air yang dapat di gunakan untuk mencuci tangan, lantas jika memang ia ingin mencuci tangan lalu untuk apa ponsel yang ia genggam? Apa ia akan mencuci ponselnya pula? That’s impossible…
beberapa adik dari mama ku pun tetap saja membela anak itu / keponakannya si “S”, mereka mengatakan bahwa adik ku mengada ngada…
jika memang adik ku mengada ngada, untuk apa ia lakukan itu semua?mencari pusat perhatian orang? Bahwa ia adalah korban pelecehan dari saudaranya sendiri?
sambil menangis ia pun memberontak dan mengatakan ke pada orang orang di hadapannya (paman, tante(mama dari si “S”), nenek, serta mamaku.
“dalam Hadist Al Hujurat ayat 12 : wahai orang yang beriman jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan jangan lah kamu mencari cari kesalahan orang lain dan jangan lah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati (bangkai), tentu kamu merasa jijik. Dan bertaqwa lah kepada Allah sesungguhnya Allah maha penerima taubat, penyayang.”
secara leluasa ia pun menerangkan hadist tersebut, namun yang lain tidak menghiraukannya. Atas perlakuan ini ia benar benar tidak habis piker apa yang di pikirkan oleh mereka, mereka sama saja menjatuhkan diri mereka bersama orang yang bersalah ke jurang.
ia hanya ingin menegaskan kebenaran dan ke adilan, ini bukan masalah sepele..ini menyangkut harga diri.. jika mama ku adalah anak dari nenek ku, kenapa nenek harus membedakan mama ku dengan anak anaknya yang lain,bukan kah dalam harim yang sama? dan jika adik ku adalah cucunya pula kenapa harus ada perbedaan seperti ini?, adik ku tidak pernah mengeluh akan pilih kasih dari seorang nenek… ini bukan masalah siapa yang di sayang nenek,, tapi siapa yang benar dan siapa yang salah.
kami bukan mempersolakan siapa cucu yang di sayang atau bukan.. sekali lagi kami hanya ingin kebenaran..
kami juga bukan ingin menagih kasih sayang itu..
“bukan kah kita adalah keluarga kiyai yang vanatik dengan agama kita? Yang juga meyakini bahwa Allah maha adil?, tapi mengapa kalian tidak menunjukan bahwa Allah memang benar benar maha adil?” Tanya ku terhadap mereka yang menjadikan suasana menjadi hening, “ayo.. buktikan kalau memang Allah maha adil.. atau kita tunggu hingga Allah atau kebenaran itu yang menjawab?”

sempat adik ku ingin membawa ini semua ke jalur hukum, dengan melapor kepolisi namun sebelumnya ia bertanya kepada adik mamaku atau paman ku yang tidak memihak terhadap siapa pun “om.. harus kita apakan orang ini?” lantas paman pun menjawab “ya itu terserah kamu, itu hak kamu tapi kalau tidak ada saksi atau bukti itu akan sia sia laporan mu percuma aja..” dan jawab adik ku “jika memang ada saksi, ia tidak akan melakukannya” , namun apalah daya kami.. bukti atau pun saksi  tidak ada, karena bukti nya telah lebiih dahulu di hapus.

Rabu, 12/10/2011
dan akhirnya.. Adik ku pun kembali ke kota kelahirannya dengan rasa kecewa yang amat mendalam atas perlakuan saudara sedarahnya itu.
datang dengan kepala tertunduk, karena merasa malu.. bahwa saudaranya sendiri tidak mengerti arti kebenaran atau keadilan.
papa merasa geram, marah besar.. kenapa mereka harus berlaku seperti ini, lantas papa pun berpikir bahwa mama ku yang adalah anak dari nenek ku saja tidak di hargai apa lagi papa ku yang orang lain di dalamnya.
melecehkan, menjatuhkan, dan memporak porakan kebenaran,membuat kami  tidak tahu apa yang harus kami lakukan..

this is my sist...




I MissYou My Sist...
stiap kali ke Tarakan berharap ketemu lo lg... yg gokil, nyebelin, rese, lucu daaan aneh.... lo cantik. hihi
dan w ttp tnggu lo utk mkn mie ayam sambil ngomongin org haha



Ramadhan tahun lalu


Menangis….
air mata sia sia, bukan kah kehidupan seperti ini yang kuinginkan?
Menyesal…
Hanya menyiksa perasaan sendiri, bukan kah ini adalah jalan dari keputusan yang telah aku putus kan?

Kini yang ku rasakan hanya keasingan dari tempat tinggalku yang baru..semuanya jauh berbeda dari semua yang ku harapkan dan aku bayangkan, menimbang nimbang dari salah satu yang harus ku pilih yaitu, keluarga atau sahabat?
Aku memutuskan untuk memilih keluarga dan meninggalkan mereka sahabat ku yang terbaik, dan berpikir bahwa akan ada sahabat baru kelak di tempat ku yang baru, namun ternyata aku salah.
Aku memang berhasil beradaptasi dengan lingkungan sekitar, namun semuanya jelas jauh berbeda, candaan,  cara bergaul, cara berpikir, berpakaian, cara berbicara dengan yang lebih tua, dan masih banyak lagi.
Dan keputusan ku sangat salah… aku tidak memilih keduanya, sekarang adalah cara aku beradaptasi dengan tempat ku yang baru lagi atau merengek rengek untuk kembali kepada mereka sahabatku  yang setia.  Walau bagaimana pun aku harus bersikap dewasa bukan?

Mengingat di masa itu ketika kita bercanda, tertawa, dan berbagi pengetahuan bersama mereka sahabatku..

11082010
Bulan puasa selalu menjadi langganan para muslim untuk kemasjid dan salah satunya adalah Aku, sani, Wilis, dan Astri setiap shalat taraweh hadir sebelum shalat isya untuk menaruh sajadah kami di tempat yang paling belakang dengan alasan agar bisa bermalas malasan atau tidak di gerutui para ibu ibu,  dan setiap seusai shalat subuh kebiasaan kami adalah jalan jalan mengelilingi komplek perumahan sambil narsis.
Dan ketika malam minggu setelah shalat tarawih kami ada pengajian rutin khususnya para remaja, dari yang mata sayup-sayup hingga menguap beberapa kali..
Hm… :’)
Kapan yah bisa terulangkembali?

Aku tahu, aku telah melangkah jauh dari pada mereka, tp hatiku tidak bergerak sedikit pun, dan masih tertinggal di sana kota kelahiran ku bersama kalian.
Aku benar benar merindukan kalian…



Minggu, 23 Oktober 2011

Kini


Mungkin waktu itu aku sempat bertanya Tanya apa kah di tempat ku yang baru aku akan mendapat kebahagiaan kembali atau tidak??
kini ku akui aku menikmati kehidupanku di tempat yang baru semuanya lancer dan aku merasa bahagia namun sempat beberapa kali aku merasa terjatuh dan terpuruk bahkan tidak tahu ingin bersandar pada siapa?? Orang tua dan keluarga jauh, sahabat? Mereka lebih jauh lagi, kami terpisah dengan jarak ribuan kilometer. Merasa sedih dan sedikit menyesal namun kini yang ku lihat hanya masa depan. Aku jarang menghubungi mereka (sahabatku) karena setiap kali aku berhubungan dengan mereka aku merasa sangat menyesal karena telah meninggalkan mereka, rasanya tersiksa dengan perasaan ini.


08062011
pkl.23:06
Tomorrow I have to test, dan tidak ada istilah membolos (hihi).
Tapi sampai semalam ini aku masih belum bisa memejamkan mataku, aku merindukan kalian semua sahabatku, guru ku, teman teman di lingkungan rumah, teman pengajian.
Saat ini aku tersenyum namun meneteskan air mata entah apa yang kurasakan kini, ingin kembali namun apalah dayaku, aku bukan seseorang yang memiliki segalanya, yang bisa mondar mandir antar pulau. Sekali lagi aku mengingat semuanya yang kutinggalkan.

Sekitar 7 bulan yang lalu canda tawa di kelas TKJ 2 sering kali terdengar,  aku saja merasa malas untuk pulang kerumah karena suasana yang mengasyikan serta pelajaran yang tidak pernah membosankan di tambah lagi guru guru yang pengertian, dan seru membuat kami semua di dalam kelas merasa betah, kekonyolan demi kekonyolan para murid dan guru seringkali hadir namun di balik canda tawa kami dengan para guru tidak mengurangi rasa hormat kami, etika tetap nomor satu.
Maria, Heni, Sinta, Dina, Arini, Nindy

:’) hmm… apa lagi saat ulang tahun walikelas kami, kami memberikan kejutan untuk beliau hingga air matanya tak terbendung lagi, kami semua sayang sama Ibu Lala salah satu guru yang hebat, Ibu adalah guru yang menyayangi kami dengan sepenuh hati dan hal tersebut dapat di buktikannya saat berbagai masalah yang di hadapi setiap muridnya, ia sukses menjadi orang tua di rumah maupun di sekolah dan tidak sia sia dengan gelar psikolognya.
 
Hm..satu lagi yang tidak pernah terlupa, setiap pulang sekolah aku dan sahabat baik ku Maria selalu ketempat sebuah café kecil bernama popcer alias pop ice ceria, hm.. ku akui tempat ini memang layak di katakan ceria karena dalam masalah apa pun aku dan Maria bercerita banyak di tempat tersebut namun yang akhirnya menghasilkan senyuman, atau kami berdua menelusuri jalan menuju arah Baskar (basobakar) tempat favorite kami dengan jarak yang lumayan jauh.
Sinta, Sani, Desi, Astri, Wilis

Um… satu hal lagi, tidak pernah absen dalam pengajian remaja yang di adakan lingkungan RT ku, setiap malam minggu, upz..2 minggu sekali setiap malam minggu.Seru dan menambah banyak ilmu di dalamnya, adakalanya serius, tertawa, bertanya, bahkan rasa ngantuk pun kadang melanda. Namun mataa kan kembali segar saat datangnya makanan  ^_^ ,  hm.. apa kabar dengan pengajian sekarang yah??
 
Wilis (dpn), Sani (dpn), Astri (blkg) dan Sinta (blkg)
aku yang tidak pernah absen kini menjadi yang paling banyak tidak hadir, hem.. merindukan saat menjadi Mc nya apa lagi saat aku di ledek dengan salah satu kaum adam, menjadi lebih seger lagi. Dengan tingkah Astri yang konyol dan sikap Wilis yang dewasa serta di tambah pula dengan sifat sani yang cuek membuata ku tambah merindukan kalian sob…


09062011
Pkl. 00:18
Air mata kini semakin deras.. di penuhi rasa sesal, rasa rindu, rasa tersiksa tak bersama kalian lagi, di sekolah saat makan mie, siomay, batagor, es, dan masihbanyak lagi yang enggak mungkin bisa aku rasa kan lagi makanan makanan itu di tempat ku yang baru, semua terasa beda. Karenamie di sini nggak pake pilus lho..atau batagor yang enggak ada sausnya.. hm.. apa lagi siomay.. belum ku temukan makanan itu di sini.
Rasa nya ingin sekali akumengatakan pada teman teman di sekolahku yang dulu untuk tetap semangat dalam keadaan apa pun, remember..masa di mana kita tertawa, bercanda, susah, senang, sedih, kesal, bosan, semuanya akan terasa indah jika kalian bayangkan, come on guys.. I belive you can do that.. making situation like yesterday.

is it possible that I will feel altogether again???
Oh my god..can you help me??
I miss all my friends and my teacher

Seorang Pengecut

Sinta, Vivi, Ulva, Mr.Khaerul, Missliliana, Ibu Lala, Heni, Alya, Yusni

26-01-2011
Aku adalah seseorang yang pengecut..
Itulah julukan ku yang baru, karena aku yang t’lah lari dari kenyataan yang pahit dan menyedihkan. Aku berlari sambil meneteskan air mata ku…


03-08-2010 13:37 wib
Ketika itu ia pergi dari kehidupan ku langkahnya terus berlalu, aku mencoba bertahan hidup tanpanya. Berbagai macam cobaan t’lah ku lalui, aku mampu bahkan sanggup menerima semuanya, namun aku terus terjatuh dalam bayang bayang dirinya. Aku merasa lelah dan ingin pergi dari semua ini. Isak tangis dari diri ku pun selalu hadir di setiap malam ku sebelum aku terlelap dari tidur ku.

01-11-2010
Kekecewaan karena di tinggalkan terus hadir namun tidak ingin ku biarkan rasa itu bersemayam di kalbuku  namun apalah daya ku rasa itu t’lah lebih dulu tertanam di hati ku.

07-01-2011
Hingga kini akhirnya saat aku benar benar tidak sanggup membendung kehancurannya perasaan dan jiwa ku, aku pergi meninggalkan semuanya.. yang tersisa hanyalah kenangan indah yang kini menyiksa. Aku pergi tanpa mereka.. sahabat, teman dan kenangan, hal hal yang menyebalkan hingga menyenangkan sekalipun, berharap mendapat kebahagiaan kembali pada ku tanpa bayang bayang dirinya.

26-01-2011
Aku benar benar pengecut karena meninggalkan semuanya hanya karena masalah ku, meski terdengar begitu ringan namun tidak pada kenyataannya yang sangat menyakitkan, aku terlalu takut menghadapi berbagai macam cobaan yang kan menimpa ku nantinya, padahal aku tahu masih banyak teman dan sahabat yang ada bersama ku.
Entah seperti apa nanti tempat ku yang baru..
akan kah aku mampu hadapi masalah baru tanpa sahabat?
Akan kah aku berlari lagi mengulangi sikap pengecut ku? 
Atau kah aku mampu melupakannya?

hidup yang sempurna

ketika kamu merasa hidup mu sempurna itu karena kamu yang memulai kesempurnaan itu sendiri..
yang membuat hidup mu terasa sulit yaitu adalah diri mu sendiri
semua ada pada diri kita masing masing yang ingin menjalani hidup yang sempurna atau serba kekurangan...
semua di mulai dari bagaimana kamu memandang hidup...