Hari ini aku mulai belajar dari kisah seseorang yang tidak pernah ku sangka sebelumnya, sebut saja “H”..
Sesosok laki laki sangar yang mempunyai pengalaman menyedihkan, badan kekar namun tidak terlalu besar membuat seseorang segan untuk berurusan dengannya bahkan niat untuk menyapanya sekali pun.. ooouuh no.. thank’s,
Sejak dalam kandungan Ibunya, ia telah di tinggal pergi oleh Ayahnya begitu saja tanpa mau tahu apa yang akan di alami anak dan istrinya itu tanpa kepala keluarga..
Lantas “H” harus tetap berjuang hidup meski tanpa seorang Ayah, Ibu yang selama ini ia kenal adalah wanita terhebat di Dunia karena mampu menghidupinya hingga sebesar ini..
setiap hari setelah ia pulang sekolah, ia harus melanjutkan perjuang hidup demi sesuap nasi menjadi seorang kuli angkut barang di pelabuhan, tengoklah betapa malang nasibnya di usia 9 tahun ia sudah mengerti arti sulitnya menjadi setangkai pohon di gurun pasir..
setiap hari setelah ia pulang sekolah, ia harus melanjutkan perjuang hidup demi sesuap nasi menjadi seorang kuli angkut barang di pelabuhan, tengoklah betapa malang nasibnya di usia 9 tahun ia sudah mengerti arti sulitnya menjadi setangkai pohon di gurun pasir..
Ia sering kali menjadi bayang bayang Ayahnya, begitu banyak cerita tentang sosok Ayah kandungnya yang ada dalam dirinya sehingga menjadi motivasi sendiri untuknya agar sukses dan dapat menunjukan keberhasilannya tanpa seorang Ayah, lalu angan angan untuk bertemu dengan Ayahnya pun semakin memuncak, seiring berjalannya waktu ia pun ingin menjadi seorang atlet yang ia geluti selama ini.. yaitu menjadi seorang pesepak bola, seperti yang pernah di ungkapkan oleh Ibunya bahwa Ayah nya memiliki hobby nonton bola, lantas menjadi suatu alasan dan pemikiran bahwa jikalau ia sukses menjadi seorang pesepak bola terkenal, ia akan mengatakan bahwa hingga saat ini ia masih mencari Ayah, menunggu kedatangannya, membawakan mainan mainan kecil untuknya sekali pun hanya genggaman tangan mesra seorang Ayah terhadap anaknya sepulang kerja, lalu berharap Ayah sedang menyaksikan pengakuannya di televisi dan mendatangi kediamannya lalu memeluk erat tubuh lelah menanti serta mengatakan bahwa “aku adalah Ayah yang kau tunggu 18 tahun lamanya nak..” dengan setetes air mata harapan bahwa ini akan benar benar terjadi.
Ketika mengingat di masa lampau, seorang anak yang berjuang hidup untuk meringan kan beban ibunya, terkadang ia merasa iri pada mereka anak anak yang meminta mainan dengan manja pada Ayahnya, sedangkan ia… ingin merengek atau mengeluh sedikit pun tak sanggup ketika melihat wajah lusuh nan tulus itu menatap matanya, mungkin bukan dia saja yang merasa iri… ia harus memikirkan Ibunya pula.
2007 yang lalu ia tamat SMA, masih tak terlintas dalam bayangannya untuk masalah percintaan, di benaknya masih terbayang sesosok Ayah yang akan memanjakannya dengan mainan mainan , bergelayut di pundak ayahnya atau memberikannya uang saku walau hanya Rp.1..
Dalam pekerjaan yang tak tetap ia masih menggeluti sepak bolanya hingga suatu saat team yang di milikinya mendapat tawaran untuk ke Jakarta, dengan senang hati dan bangga ia pun melanjutkan hidupnya di pulau jawa itu, selepas izin kepada orang tuanya untuk berangkat ke Jakarta sepintas impian bertemu dengan seorang Ayah pun semakin kuat, namun hanya dalam waktu 3 hari ia harus segera kembali ke Pualu Bunyu tempat ia di besarkan, tempat di mana ia mulai mengenal sesosok Ayahnya walau hanya dengan cerita, ia harus segera kembali atas permintaan Ibunya yang tak mengira bahwa jagoannya yang kini telah dewasa itu benar benar pergi ke Jakarta,dan meninggalkannya kiranya izin berangkat ke jakarta hanya sebatas gurauan saja.
Dengan kepala tertunduk dan tubuhnya yang melemas pun kembali. Keluarga nya tak ingin ia menjadi bayang bayang Ayahnya yang tak tahu tanggung jawab, mereka mengatakan bahwa tak usah mencari laki laki yang tlah menancapkan penderitaan pada mu dan ibu mu.
Mungkin dia (Ayahny) telah lama meninggal…
Maka…
Pupus lah harapan..
Suatu hari ia bekerja di rumah katring, memang dalam posisi yang tidak ada apa apanya namun ia bersyukur karena ia tidak menganggur, saat sedang bersantai dan mengobrol dengan 5 orang pekerja lainnya, tak lama kemudian seorang bapak bapak turun dari mobil yang ia kendarai dengan jas yang menyelimuti tubuhny lalu menyalami nya, lantas dengan perasaan bingung dan bertanya tanya Bapak itu pun mengatakan “saya adalah sahabat dari ayah mu..” lantas setetes keringat yang ada pada wajahnya pun menjadi sejuta rasa bahagia, Ayah nya masih hidup dan saat ini sedang dinas di pulau Sulawesi lantas segera ia meminta nomor handphone Ayahnya.
Dengan rasa bahagia yang tak terkira, ia berlari menuju rumah dengan mata yang berkaca kaca bahwa ia akan mendengar suara Ayahnya, yang kini menjadi orang sukses.
Akhirnya mereka pun bertemu layaknya seorang anak yang merindukan Ayahnya, dengan posisi seorang anak ia pun bercerita banyak tentang kehidupannya tanpa seorang Ayah, dan meminta beberapa mainan yang dulu belum sempat ia pinta sewaktu kecilnya, lalu dengan senang hati dan rasa bersalah karena pernah minggalkan anaknya, akhirnya Ayahnya pun mengabulkan permintaan si “H”, dan sejak itu ia tidak pernah bertemu dengan Ayahnya lagi.
Setidaknya rindu yang ia rasakan telah terobati….
Dengan mendengar degupan jantung Ayahnya
Melihat lengkung senyuman di bibirnya
Atau mendengar senandung nya..
Cukup… ia sangat puas, ia bisa ikut bergabung dengan teman temannya lalu menceritakan seperti apa layaknmya seorang anak, atau bahkan bisa menjawa pertanyaan gurunya di masa itu yang harus menceritakan seperti apa Ayah yang kau kenal, kini ia tahu seperti apa sosok Ayah yang ia rindukan selama ini..








