Rabu, 23 November 2011

Sepotong Kue Sahabat

saat aku sedang bertelpon dengan mama ku, yang berbeda pulau dengan ku
aku pun mulai bercerita apa saja yang ada di benak ku dan...
mengingat kembali di masa itu
 

27 Januari 2011

14:12 WIB
Di siang ini beberapa teman sekolah ku datang ke rumah ku membawa sejuta kenangan, mereka hadir untuk menemani ku sebelum aku terbang meninggalkan kota kelahiran ku ini. Canda tawa, foto bersama, dan menyantap spageti buatan ku serta bingkai foto Winnie the pooh yg imut di isi foto kami bersama… :’) miss you All

16:24 WIB
Malam sebelum keberangkatan ku..
sepotong kue cantik di berikan kepada ku dari kedua sahabat ku.. Astrid an Wilis, namun ternyata di balik sepotong kue tersebut di buat khusus oleh sahabat baik ku, Sani..
Lantas aku pun bertanya kepada kedua sahabat ku itu, “kenapa bukan dia ajah yang ngasih langsung?” dengan sedikit terbata bata Wilis pun menjawab “dia ga sanggup tau mba.. buat ngasih ke lo langsung..” dan lanjut Astri “ia, katanya dia buatnya khusus banget buat lu..” tanpa berkata apapun aku pun seketika itu meneteskan air mata ku..
hati ku pun berkata, “sungguh aku tidak ingin meninggalkan kalian..”
    
Pukul 17.37 WIB
dengan sepotong kue cantik di tangan ku membuat aku taj berdaya, aku tidak sanggup menyantapnya, namun akhirnya ku santap pula, rasanya istimewa dan sulit sekali ku telan karena air mata yang terus mengalir ini tidak mau berhenti menutupi senja yang kini tiba.
lantas aku pun mengirim sms kepada sani “sumpah… kue buatan lo ga enak… kalo sedikiiit... ” dan jawabnya “kalo lo   mau lagi, lo ga boleh pergi ni..” ketika membaca pesannya sungguh membuat dada ku terasa sesak dan dengan terisak isak aku pun merebahkan tubuh ku di atas ranjang.
Saat magrib tiba, aku masih meneteskan air mata ku..
aku mencoba untuk menghubungi sani.. sahabat ku yang manja itu, tapi ia benar benar membenci ku, ia tidak ingin bertemu dengan ku, walau hanya 1 detik pun.
sudah berulang kali aku ke rumahnya dan yang ada hanya pembantunya yang mengatakan “mba sani nya lagi ga enak badan, engga mau di ganggu di atas (kamar)” dengan setetes air mata yang mengalir aku pun segera berlari ke rumah ku, kembali menjerit. :'( ini sungguh menyiksa ku..
aku tetap bersi keras untuk dapat bertemu dengannya, hingga rasanya aku pasrah, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan??
  
                     Sani Nia(Sinta) Astri
18:49 WIB
aku masih menangis di antara tas tas tas yang siap untuk ku bawa besok pagi.
Seusai solat dari mesjid, Astrid an Wilis pun mendatangi rumahku..
mereka melihat keadaan ku yang kusam dan lusuh karena air mata, mereka berencana membuat sani keluar dari rumah.. mereka memancing sani keluar sedangkan aku harus mengumpat di balik tembok pagar rumahnya, ketika ia keluar dari rumahnya, walau hanya sebatas di daun pintu saja aku pun menarik nafas panjang panjang dan lalu aku muncul di hadapan sani dan pada saat itu juga ia memeluk ku dengan erat, air matanya pun meledak , kami tidak bersuara… ia terus menangis di pelukan ku.. begitu pun aku…
air mata membanjiri pertemuan kami malam ini..

setelah itu akhirnya kami pun makan malam bersama di rumah ku, sambil menyantap ketoprak aku masih saja sempat meneteskan air mata ku dan sani pun mengatakan bahwa aku adalah orang terjahat yang pernah ia kenal dan lanjutnya lagi “nanti sapa dong ni yang ngapel ke rumah gua kalo mlm minggu? Elu mah jahat..” keluhnya
aku pun hanya tersenyum dengan mata yang berkaca kaca dan tak sanggup mengatakan apa pun.
lalu, mereka memberikan ku jam Winnie the pooh dan bonek sapi untuk menemani ku di kota sana..

hingga mama ku pun tak kuasa menahan tangisnya ketika mendengar kan cerita ku...

Np_Sheila on7
Dan....bila esok...datang kembali
Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda
Dan...perlahan kaupun lupakan aku
Mimpi burukmu...dimana t'lah ku tancapkan duri tajam
Kaupun menangis...menangis sedih
Maafkan aku

Dan...bukan maksudku...bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu...menepikanmu
Maafkan aku....

Reff :
Lupakan saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Dan...bukan maksudku...bukan inginku
Melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka
Melupakanmu...menepikanmu
Maafkan aku....

Love you and I miss you All

1 komentar:

Bebek mengatakan...

sedihnya juga cerita mu...

Posting Komentar