Aku tidak tahu bagaimana
menjadi sahabat yang baik untuk mu, untuk kalian sahabat – sahabat ku, aku
jarang merespon kalian dalam jejaring social ku, aku sadar aku sering kali
mengabaikan mu, mengabaikan kalian, dan aku punya alasan..
Aku sudah tidak seperti anak
manja yang dulu, yang hanya tau beresnya saja, yang tidak pernah mau disuruh
orang tua ku dan memiliki banyak waktu luang yang panjang untuk bersenang
senang seperti dulu, dimana ketika kita habiskan waktu untuk online, nonton, sms-an,
curhat-curhatan, pergi kesana kemari kerumah kalian untuk bercanda dan tertawa.
Sebenarnya aku ingin sekali,
aku sungguh-sungguh ingin sekali melakukan aktivitas itu semua seperti dulu
walau tidak setiap hari, banyak sekali yang ingin aku ceritakan, semua yang aku
alami tanpa sahabat seperti kalian, baik itu cerita manis maupun pahit. Ketika
aku harus beradaptasi di lingkungan baru ku, memahami karakter orang orang di
sekeliling ku, semua tidak mudah, ada yang menerima aku apa adanya, ada juga
yang berlaku kasar terhadap aku si anak baru dari kota (kata mereka).
Saat itu aku menangis, aku
mengeluh, aku merindukan kalian, walau kadang kita sering selisih pendapat,
tapi aku senang bersama kalian, dan ketika aku mendapat teman teman baru yang
baik, guru guru yang ramah, bercanda bersama mereka, aku tetap mengingat
kebersamaan kita, dimana kita yang membahas apapun dengan bahasa bahasa logis
ataupun bahasa ilmiah yang membuat ku geli dengan gaya bahasa itu, atau
bercanda bersama mereka membuat ku mengingat kalian.. apa yang sedang kalian
bicarakan? Apa yang sedang kalian lakukan, kekonyolan apa lagi yang kalian
perbuat.. aku benar benar iri.. iri pada mereka atau kalian yang tetap pada
satu area yang sama.
banyak sekali harapan atau ini
termasuk cita – cita ku, kita berkumpul kembali, menceritakan yang kita alami
bersama, tertawa, mengkritik, member saran atau apa pun itu..
sudah lama aku menabung, aku
ingin kembali kek kota ku, dimana kota itu adalah kota kelahiran ku, kota
dimana aku di besarkan dan membentuk sifat ku di kota itu. Serta kota tempat
kita bertemu menjadi teman, sahabat, kadang menjadi musuh sekalipun.
Kadang aku berpikir kapan kita
akan saling membicarakan satu sama lain seperti dulu. Karena di situ lah aku
belajar bercermin seperti apa yang kalian tidak suka, dan seperti apa pula yang
kalian suka, karna aku tidak mau menjadi seseorang yang sedang kita bicarakan.
Kini, aku sadar.. aku sudah
cukup dewasa, aku harus memiliki kegiatan setelah lulus SMA, tidak selamanya
aku harus meminta pada orang tua ku, aku harus membantu ibu ku..
Banyak yang harus aku kerjakan
demi melanjutkan sekolah ku dan kembali ke kota ku, bertemu kalian sahabat
terindah di masa masa indah..